Rabu, 12 Maret 2014

Menj(el)ajah China Utara, Beijing - Shanghai - Hangzhou (2)

Rencana penj(el)ajahan hari kedua ialah tempat yang kudu harus dikunjungi ketika di Beijing, Great Wall dan National Staduim 'Bird Nest'.

Penj(el)ajahan pagi diawali dengan sarapan menu khas China di restoran kecil sekitar penginapan, ada semacam bubur beras, semacam siomay dan semacam bakpao. Karena menu ditulis dalam tulisan China, cara memesan makan yang efektif ialah dengan menunjuk pesanan/ makanan orang lain. Bagi penjual yang tidak bisa bahasa Inggris, cara menginfokan harga yang efektif ialah dengan menunjuk uang yang harus dibayar. Cukup Mudah.

Sarapan seharga RMB15

Tersesat Menuju Great Wall

Terdapat dua pintu masuk Great Wall yang mudah diakses dari Beijing, yaitu Badaling dan Mutianyu. Badaling lebih dekat jaraknya dari Beijing dengan waktu tempuh yang lebih singkat (1 Jam). Badaling lebih terawat dan lebih banyak toko souvenir serta restoran. Alasan-alasan tersebut yang membuat pilihan jatuh kepada Badaling. Walaupun karena jarak dari Beijing yang lebih dekat, Badaling lebih banyak turis. 

Dari Beijing menuju Badaling ada dua alternatif moda transportasi:
  1. Bus, Bus Nomor 877, 919 dan 880 dari Deshengmen seharga RMB12 atau RMB4,8 jika menggunakan Yikatong
  2. Kereta Api, berangkat dari North Railway Station seharga RMB6.
Seusai sarapan, bergegas menuju le North Railway Station. Berencana naik kereta ke Badaling pukul 09.02. North Railway Station bisa diakses dengan subway Line 2, 4 atau 13 dan turun di Station Xizhimen. Sayangnya ketika sampai stasiun, kereta keberangkatan 09.02 sudah habis, jadwal selanjutnya adalalah 10.57 yang berarti harus menunggu dua jam lagi.

Tidak mau menunggu terlalu lama, kami segera menuju Deshengmen untuk naik bus menuju Great Wall. Stasiun subway terdekat menuju ke Deshengmen ialah Stasiun Jishuitan di line 2, keluar dari Exit A dan berjalan terus kurang lebih 450m sampai menemukan sebuah bangunan besar khas China berwarna abu-abu. Di depan bangunan tersebutlah, bus ke Badaling mangkal. Sepanjang Stasiun Jishuitan sampe Deshengmen Tower terdapat banyak bus yang bertuliskan 919,877 dan 880, termasuk disebuah terminal kecil, abaikan saja.

Bus 877 berhenti lebih dekat dengan pintu masuk Great Wall, sedangkan bus 919 dan 880 berhenti di dekat cable car. Jika berencana mendaki Great Wall dengan cable car, 919 adalah pilihan yang tepat.

Sesampainya di depan Deshengmen tower, terdapat bus 919 yang akan berangkat, sungguh sebuah keberuntungan (sepertinya). Bus masuk toll, meninggalkan pusat kota Beijing. Kurang lebih satu jam perjalanan, masih di toll, Great Wall sudah mulai nampak dikejauhan sisi kanan dengan petunjuk jalan Badaling 3km. Wah! Great Wall sudah dekat.

Tiga kilometer sudah berlalu, Great Wall dikejauhan juga sudah hilang, namun bus belum juga keluar dari jalan toll. Foto Great Wall pun ditunjukkan kepada kondektur untuk mendapat pencerahan. Kondektur berbicara dalam bahasa yang sama sekali tidak dipahami sambil menunjuk arah seberang jalan. Apa maksudnya????

Kebingungan tidak cukup disitu, bus berhenti pada sebuah halte di tengah jalan toll dan kondektur meminta kami turun sambil menunjuk-nunjuk sisi seberang jalan. Apa maksudnya???? Apakah pintu masuk Great Wall ada di seberang jalan??

Beberapa warga yang ditanya (bertanya dengan memperlihatkan foto great wall) pun menjawab dengan bahasa yang tak dipahami sambil menunjuk seberang jalan.

Secercah harapan mumcul ketika seorang Kakek tua dengan bahasa tubuhnya meminta pena untuk menulis sesuatu. Mungkin kakek tua ini bisa Bahasa Inggris, tidak seperti generasi mudanya. Ternyata, kakek ini menuliskan tiga huruf cina pada secarik kertas. Apa artinya????
                                        
Tersesat di Toll

Bermodal secarik kertas dengan tulisan China, ditemani suhu dibawah 5 derajat celcius, berkawan angin yang semakin menusuk kulit, diseberangilah pembatas jalan toll guna menuju sisi seberang jalan.

Oh Tuhan, setelah memperhatikan setiap bus yang lewat dan mencoba memahami petunjuk di halte, terungkaplah sebuah kenyataan pahit. Salah naik bus. Seharusnya naik bus 919, tapi tadi naik bus 919 dengan dua huruf China di belakangnya. Mungkin jika diterjemahkan berarti 919 ekspress atau 919 AC karena bus 919saja tidak masuk jalan toll.
Bus 919saja dan 919 dengan dua huruf china di belakangnya

Tulisan China dalam secarik kertas yang ditulis Kakek tadi ialah nama halte yang harus dituju dengan bus 919saja. Setelah hampir satu setengah jam kebingungan dan kedinginan, Bus 919saja pun tiba, sang sopir juga mengangguk ketika ditunjukkan foto Great Wall.

Bus 919saja berhenti pada sebuah bangunan megah yang tidak terpakai, di sana tersedia shuttle bus gratis menuju Great Wall. Dari pemberhentian shuttle bus, pintu masuk cable car terletak 40 meter ke sebelah kiri. Tiket Cable car senilai RMB80 untuk sekali jalan dan RMB100 untuk pulang pergi, tiket masuk Great Wall seharga RMB50.

Great Wall

Puas berfoto dengan salah satu keajaiban dunia yang selama ini hanya nampak di belakang atlas bersama 6 keajaiban dunia lainnya atau yang hanya terlihat di buku RPUL, tidak lupa membeli medali seharga RMB10 sebagai tanda pernah singgah di kuburan terpanjang di dunia ini (pasti banyak pekerja yang mati saat membangun Great Wall).
I Have Climbed The Great Wall

Kembali ke Beijing dengan menggunakan bus 919saja (lagi) karena jadwal keberangkatan kereta tidak pas dengan jadwal kembali ke Beijing.

Saat turun dari bus di Deshengmen, ada beberapa penjual jajanan yang enak dan murah. Semacam martabak (gak tau namanya) seharga RMB5, telor rebus seharga RMB2, yoguhrt seharga RMB5, dll 

Kedinginan Di Bird Nest


Bird Nest

Satu lagi tempat yang harus dikunjungi di Beijing, stadion pembukaan Olimpiade 2008, Bird Nest. Subway menuju Bird Nest terdapat di Line 8, Olympic Sport Center Station dan keluar di Exit B.

Selain Bird Nest, disini juga bisa melihat water cube dan deretan pencakar langit kota Beijing. Waktu yang pas untuk mengunjungi Bird Nest dan Water Cube adalah malam hari. Bird Nest akan diterangi cahaya dari lampu sorot, sementara water cube akan mengeluarkan cahaya dari gelembung-gelembungnya.

Angin sore saat itu bertiup kencang sehingga menambah dingin suasana akhir winter. Pasti akan lebih dingin jika mengunjungi Bird Nest pada malam hari, walaupun pemandangannya lebih indah.
Water Cube

Di area Bird Nest terdapat banyak tukang foto (seperti pada umumnya obyek wisata), namun sebaiknya berhati-hati. Sempat terlihat adu mulut antara dua wisatawan China yang dikeroyok para tukang foto, sepertinya ada sesuatu yang tidak sesuai kesepakatan awal. Di sini juga terdapat penjual oleh-oleh, khushnya souvenir sisa Olimpiade 2008 yang dijual cukup murah.

Makanan Aneh dan Mahal di Wangfujing Street

Wangfujing ini semacam Orchard road di Singapore atau Nanjing road di Shanghai, berjejer toko-toko barang bermerek. Wangfujing ditutup bagi kendaraan bermotor, hanya ada pejalan kaki dan kereta mini. Seperti halnya Qianmen Street, Wangfujing memiliki sebuah hutong yang menjual aneka makanan dan souvenir.
Wangfujing Street

Akses menuju Wangfujing dengan subway Line 1 turun di Wangfujing Station.

Seperti tertulis di atas, Wangfujing 11:12 dengan Orchard road sehingga kurang menarik, lebih tertarik dengan hutong yang menjual aneka makanan mulai dari serangga, bintang laut, yoguhrt, sate manisan buah, kacang kering dll. Dibandingkan dengan Qianmen Street, jajanan di Wangfujing lebih bervariasi dengan harga yang lebih mahal. Sebagai informasi, mamang-mamang penjual jajanan disini mungkin sudah jadi artis kalau di Indonesia, wajah mereka cukup menjual.

 Bakso


Yoguhrt khas Beijing


 Bintang Laut hiiii.....

Tahu Kuah

Pengeluaran Hari II:
  • Sarapan RMB15
  • Tiket Masuk Great Wall RMB50
  • Cable Car (pp) RMB100
  • Medali Great Wall RMB10
  • Martabak di Dongchemen RMB5
  • Aneka Jajanan di Wangfujing RMB20
  • Total Pengeluaran = RMB200

Menj(el)ajah China Utara, Beijing - Shanghai -Hangzhou (1)

Menginap di Bandara Internasional Beijing

Pesawat  ke Beijing akhirnya tiba 4 Maret 2014 pukul 1 dini hari waktu setempat, setelah menempuh perjalanan 6 jam dari Bandara LCCT Malaysia tempat transit selama 5 jam dari Jakarta.

Malam itu diputuskan menginap di Bandara Internasional Beijing, selain karena jadwal ketibaan pesawat yang sudah larut malam juga untuk menghemat biaya hotel. Tempat beristirahat pagi buta saat itu adalah ruang tunggu bandara yang berada di luar security check. Walau letaknya sudah di luar bandara, tempat ini mampu melindungi dari dinginnya suhu kota Beijing malam itu yang berada di bawah nol derajat celcius. Dipilih deretan kursi tunggu di sisi kanan pintu keluar karena lebih dekat dengan toilet dan kran air panas. Urusan bersih diri jadi lebih mudah, urusan perut pun bisa diatasi dengan mie cup dalam kemasan yang dibawa dari Jakarta.

Meninggalkan Bandara sekitar pukul 7 pagi untuk menuju hostel tempat menginap selama 4 hari 3 malam di Beijing, Dragon King Hostel yang beralamat di No.78 Dongsi Jiutiao, Dongcheng District. Perjalanan dari Bandara menuju penginapan menggunakan Airport Express seharga RMB25 sampai Dongzhimen Station, di stasiun tersebut berpindah moda menggunakan Subway menuju Zhangzizhonglu Station.

Tiba di Beijing

Keliling Beijing dengan Yikatong

Untuk keperluan transportasi selama di Beijing, diputuskan untuk membeli semacam Smart Card yang di Beijing disebut dengan YIKATONG. Yikatong bisa digunakan untuk membayar tiket Subway dan Bus. Yikatong bisa diperoleh di semua stasiun subway dengan harga RMB50 (termasuk deposit RMB20).
                                         
Pada jam-jam sibuk, kepadatan Subway di Beijing sudah mirip dengan KRL di Tanah Air dengan beberapa perbedaan sebagai berikut:
  1. acap kali memasuki stasiun subway di Beijing (ini juga berlaku di Shanghai, namun orang Beijing lebih tertib karena ada Tentara yang berjaga), kita akan mendapati pemeriksaan seperti ketika hendak memasuki Bandara.
  2. Penumpang Subway di Beijing lebih tertib dalam hal mendahulukan penumpang yang keluar, tidak seperti di Tanah Air yang saling dorong.
  3. Di setiap stasiun di beijing dan shanghai berkeliaran banyak petugas yang tidak sungkan untuk berteriak jika ada yang berulah, seperti jika ada calon penumpang melewati garis kuning di dekat perlintasan.
  4. Bau penumpang KRL di Indonesia lebih menyehatkan hidung daripada bau penumpang Subway di Beijing, yang memaksa hidung berhenti bernafas pada 2 menit pertama memasuki Subway


Stasiun Beijing yang Megah


Beijing South Railway Station

Setelah menitipkan tas ransel di Dragon King Hostel, Beijing South Railway Station menjadi tujuan perdana kami dalam perjalanan di Beijing guna membeli tiket ke Shanghai sebagai destinasi selanjutnya. Ada tiga pilihan kereta dari Beijing ke Shanghai:
  1. Kereta Super Cepat, dengan lama perjalanan 5 jam
  2. Kereta Cepat, dengan lama perjalanan 9 jam
  3. Kereta Biasa, dengan lama perjalanan 11 jam.
Jarak tempuh dari South Beijing Railway Station ke Shanghai Hongqiao adalah 1318km, jika dibagi dengan waktu tempuh maka kecepatan rata-rata mencapai 263,3km/jam. Kereta ini lah yang dipilih dengan alasan kenyamanan dan sebuah pengalaman baru merasakan kereta yang mampu menembus kecepatan 300km/jam lebih, yang entah kapan bisa dinikmati di Tanah Air.

Tiket kereta dibeli di lantai 2, cukup dengan menyebutkan kelas, tanggal, jam dan jumlah tiket. Tidak ada kesulitan yang berarti, setidaknya tida sesukar yang dibayangkan. Tiket Kereta Super Cepat kelas 2 seharga RMB553.

Bangunan South Beijing Railway Station sangat megah untuk sebuah stasiun kereta api, bahkan lebih megah daripada Bandara Soetta. Bangunan terdiri atas tiga lantai: lantai 1 untuk stasiun subway, lantai 2 untuk loket pembelian tiket, deretan restoran cepat saji dan boarding gate, lantai 3 untuk lintasan kereta api.

Makan siang di South Beijing Railway Station seharga RMB19.

Tiananmen Square dan Forbidden City
Seusai mendapatkan kereta tujuan Shanghai dan makan siang, menimati kota Beijing pun dimulai. Dimulai dengan icon kota Beijing yaitu Tiananmen Square dan Forbidden City. Tiananmen Square dan Forbidden City terletak dalam satu lokasi, bahkan sulit untuk menentukan pemisah antara Tiananmen Square dan Forbidden City. Kedua lokasi ini bisa ditempuh dengan menggunakan Subway Line 1 turun di Stasiun Tiananmen East atau Tiananment West.

Tiananmen Square dan Forbidden City dipisahkan sebuah gerbang merah dengan foto narsis Mao Tse Dong. Area dari gerbang tadi sampe ke monumen People Square adalah Tiananmen Square, sedangkan untuk menuju Forbidden City masuk melewati gerbang tadi.
Gerbang Pemisah Tiananmen Square dan Forbidden City

Forbidden City kini diubah namanya menjadi Palace Museum (sesuai yang tertera pada tiket masuk). Sesuai namanya, lokasi ini dulu digunakan sebagai istana bagi 24 kaisar dan terlarang bagi orang luar tanpa seijin kaisar. Forbidden City ini sangat luuuaasssss yang memiliki banyak sekali bangunan dengan fungsi yang berbeda, namun bentuk dan rupa yang mirip.
 Forbidden City

Jarak dari pintu keluar Forbidden City ke Stasiun Subway cukup jauh, akhirnya naik bus mejadi pilihan. Naik bus sampe  Stasiun subway Wangfujing dan berganti moda disana guna menuju penginapan untuk cek in dan istirahat.

Tiket Masuk Forbidden City seharga RMB40

Jajanan Murah di Qianmen Street
Hutong di Qianmen Street

Perjalanan hari pertama diakhiri di Qianmen Street. Untuk menuju kesini menggunakan Subway Line 2 turun di Qianmen Station, keluar dari Southwest/ Southeast exit dan harus mengitari sebuah gerbang besar khas China.

Qiananmen Street dipenuhi toko-toko makanan, teh, es krim, baju-baju terkenal dan cafe. Jalanan sepanjang 840m ini ditutup untuk kendaraan, tersedia trem sebagai sarana untunk sightseeing. Di Qianmen Street terdapat hutong (gang china), dalam hutong ini ada restoran, toko souvenir dan jajanan-jajanan murah seperti sosis, sate manisan, kacang kering dll.

Makan Malam di Qianmen seharga RMB31
Jajanan Pinggir Jalan seharga RMB6

Pengeluaran Hari I:
  • Airport Train RMB25
  • Yikatong RMB50
  • Makan Siang RMB19
  • Kereta Super Cepat ke Shanghai RMB553
  • Tiket Masuk Forbidden City RMB40
  • Makan Malam RMB31
  • Jajanan Pinggir Jalan RMB6
  • Penginapan untuk 3 malam RMB180
  • Top Up Yikatong RMB20
  • Total = RMB924




Kamis, 04 April 2013

Amazing Thailand - Persiapan

Setelah berkutat dengan video perjalanan ke Thailand (Phuket dan Bangkok), akhirnya berkesempatan juga mengisahkan perjalanan melalui tombol-tombol papan ketik. Inilah kisah ku... jreng... jreng... tetot.......

Merencanakan liburan ke Phuket dan Bangkok pada 20-25 Maret 2013. Semula hanya seorang teman yang akan menemani perjalanan ini, namun kemudian menyusul dua teman lain bergabung. 

Bagaimana persiapannya????

1. Transportasi

    Pencarian penerbangan telah dilakukan sejak bulan Desember 2012. Jatuhlah pilihan pada AirAsia untuk memberangkatkan ke Phuket. Dijadwalkan berangkat dari Soetha tanggal 20 Maret 2013 jam 17.20 dan tiba di Phuket Int'l Airport jam 20.10. Tiket berangkat berhasil didapatkan seharga Rp632.000, namun dua teman yang nyusul mendapatkan harga yang lebih tinggi.

    Untuk kembali ke Jakarta pilihan jatuh ke TigerAirways yang dijadwalkan take off dari Suvarnabhumi Airport Bangkok tanggal 25 Maret 2013 jam 11.15 dan tiba di Jakarta jam 14.55. Tiket pulang ke Jakarta didapatkan seharga THB2989, dan dua teman yang nyusul lagi-lagi mendapatkan harga yang lebih tinggi.

    Dari Phuket menuju Bangkok lebih memilih Bus daripada pesawat, selain harganya lebih murah dan menghemat biaya penginapan (perjalanan dilakukan malam hari), juga berharap perjalanan darat 12 Jam dengan transportasi umum di negeri orang akan menjadi pengalaman seru dan berharga. Dari informasi yang dikumpulkan, ada berbagai macam kelas dan jadwal keberangkatan menuju Bangkok, tiket dapat diperoleh di Phuket Bus Terminal.

2. Penginapan

     Berhubung harga kamar di Thailand cukup terjangkau dan juga rencana awal cuma berdua, private room menjadi pilihan daripada dormitory. Inilah penginapan yang dipesan:

Nirvana Inn Phuket
20/12 Sirirart Rd., Patong, Phuket
20-22 Maret 2013
Rp630.808/Malam

Ibis Sathorn Bangkok
Soi Ngam Duphli Rama Sathorn
23-25 Maret 2013
Rp.767.689,28/Malam

     Pemesanan Nirvana Inn Phuket melalui www.agoda.com sedangkan Ibis Sathorn Bangkok langsung via official webiste hotel di www.ibis.com

3. Itinerary

    Guna memudahkan perjalanan selama di Thailand dibuat rencana perjalanan berdasarkan kedekatan lokasi dan kenyamanan yang memuat lokasi obyek, waktu tempuh menuju obyek dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mejelajahi obyek. Rencana perjalanan ini juga berguna untuk menetukan obyek-obyek mana yang dapat dipesan secara online, sehingga mendapat kepastian harga, tidak perlu membawa uang tunai terlalu banyak dan siapa tahu dapat potongan harga. Rencana perjalanan bersifat flesibel. menyesuaikan kondisi lapangan.
      
      Berikut itinerary singkat selama di Phuket dan Bangkok:
Hari I
Penerbangan Jakarta-Phuket
Cek In di Nirvana Inn
Jalan-jalan malam di Bangla Road

Hari II
Tour Phi Phi Island
Pertunjukan Simon Cabaret

Hari III
Cek Out dari Nirvana Inn
Menjelajahi Phuket Town
Perjalanan darat menuju Bangkok

Hari IV
Tiba di Bangkok
Mengunjungi Grand Palace, Wat Pho dan Wat Arun
Makan siang di Kaosan Road
Cek In di Ibis Sathorn Bangkok
Suan Lum Market Bazaar

Hari V
Madame Tussauds
Jim Thompson's House
Cathuchak Market
Patpong Night Market

Hari Vi
Penerbangan Bangkok - Jakarta

     Tiket Madame Tussauds dapat dibeli secara online dengan potongan harga 50% (tuhkan dapat potongan harga), tiket dijual secara online THB400 dari harga asli THB800. Tiket online diperoleh di http://www.madametussauds.com/Bangkok/ dan berlaku untuk satu bulan (tidak terikat pada tanggal tertentu).

     Pertujukan Simon Cabaret juga menawarkan pembelian online, namun Miss Ladda memberikan harga tiket yang lebih murah. Siapa Miss Ladda? Miss Ladda adalah seorang travel agent yang cukup beken di kalangan pelancong kaskus, menghubungi Miss Ladda untuk setidaknya mendapatkan harga pasar atas Tour Phi Phi Island dan Simon Cabaret. Miss Ladda menawarkan paket tour Phi Phi Island seharga THB1200 dan Simon Cabaret (termasuk antar jemput hotel - simon) seharga THB700 untuk bangku VIP. Rencannya tour Phi Phi dan tiket Simon Cabaret akan dibeli setelah tiba di Phuket.

    Itulah sedikit persiapan untuk menuju Thailand, nantikan laporan perjalanannya. :-)

Rincian Pengeluaran di Jakarta:
Tiket Jakarta - Phuket          Rp632.000
Tiket Bangkok - Jakarta       Rp971.425 (THB2989 x kurs 325)
Nirvana Inn                          Rp630.808 (Rp630.808/2 org x 2 mlm)
Ibis Sathorn                          Rp767.689 (Rp767.689/2 org x 2 mlm)
Tiket Madame Tussauds       Rp136.400 (THB400 x kurs 341)
Total                                  Rp3.138.322

        

Rabu, 12 Desember 2012

Mengejar Senja

bentangan senja dari  tempat terindah



    Teddys Bar Kupang, 8 Oktober 2011




Tanah Lot Bali, 16 Nopember 2010


Rooftop HomeStay RumahKu, Tuban, Bali, 27 januari 2011




    Senggigi Beach Hotel - 6 Desember 2012




Kamis, 13 Oktober 2011

Hewan Menyebrang Jalan

 Lokasi: Pelabuhan Tenau Kupang


Lokasi : Gianyar - Bali


Seekor Elang Menyeberangi Langit Gianyar, Bali


Lokasi: Gili Trawangan - NTB


Sebuah Sel Telur Menyeberang dari Induk Kupu-Kupu, Tabanan, Bali



Mencoba Menyebrangi Papan Identitas, Bali Butterfly Park

Rabu, 14 September 2011

Twitter, Seluruh Dunia Harus Tahu

Seluruh Dunia Harus Tahu!!
(yah, mungkin terasa berlebihan, tapi suka-suka lah, ini kan blog ku)

Terdapat beberapa situs di kantor yang hanya bisa diakses di jam tertentu. Facebook, twitter, dan youtube merupakan sebagian situs yang hanya bisa dikunjungi di luar jam kerja. Banyak pertimbangan mengapa kebijakan ini diambil, seperti kapasitas jaringan dan kaitan dengan produktivitas kerja.

Namun, sebuah rahasia terkuak siang ini.

Sebenarnya twitter sudah di blokir hampir setahunan yang lalu, masih ketika tidak banyak orang tahu tentang twitter. Disaat hanya sedikit saja orang di kantor yang mempunyai akun twitter. Selama ini jawaban - jawaban normatif yang diberikan ketika ditanya kenapa twitter di blokir.

Namun, sebuah jawaban berbeda diberikan siang ini.

Aku : "kenapa sih twitter yang isi nya cuma tulisan aja diblokir?"
Dia  : "mau tau nggak alasan sebenarnya"
Aku : "apa'an??"
Dia  : "dulu twitter diblokir karena ADA LAPORAN DARI ORANG RUANGAN MU KALAU KAMU    SUKA MAIN TWITTER"
Aku : "????!!!!!!!"
Dia  : "jadi mas mawar (identitas asli pada redaksi) telepon ke Boss ku, minta agar twitter diblokir karena kamu suka main twitter"
         "trus boss nanya ke aku, twitter itu apasih, ini ada yang minta diblokir"
Aku : (mau nelen makan siang aja masih susah)
Dia  : "itulah sejarah kenapa twitter diblokir di kantor kita"


Sekarang disaat twitter sudah merasuki seluruh pegawai, ketika jumlah pemilik akun twitter mendekati jumlah pemilik akun facebook, teman - teman kantor sudah tidak leluasa menikmati mikroblog itu.

yah, seluruh dunia harus tahu cerita ini hahahaha


*melirik mas mawar yang lagi asik main game balap mobil di jam kerja*
         

Selasa, 01 Maret 2011

SPM Palsu atau SPM Fiktif ???

Pelayanan di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta II hari ini terhambat. Dua kali datang ke KPPN II dan mendapati seluruh pegawainya, termasuk Front Office (FO) yang bertugas menerima Surat Perintah Membayar (SPM) tidak berada ditempat. Sedangkan Satuan Kerja (satker) yang berniat mengajukan SPM sudah nampak memenuhi ruang tunggu KPPN II. "Sedang Rapat" itulah lontaran yang muncul ketika satker saling bertanya kemana petugas FO nya, tidak ada kejelasan lain. Akhirnya sebuah link berita di detik.com cukup memberikan sebuah jawaban apa yang sebenarnya sedang terjadi.


Sebuah kasus sedang menimpa KPPN Jakarta II, seorang pegawai dan mantan pimpinan disana sedang terjerat kasus pidana, ES dan AIS. ES adalah mantan FO yang sampai sekarang masih bertugas di KPPN II dan AIS merupakan mantan Kepala Seksi yang kini menjadi kepala KPPN di daerah terluar Indonesia.

SPM Fiktif atau SPM Palsu demikian disebut atas kasus tersebut. Apa benar SPM itu fiktif atau palsu??

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, 'Fiktif' memiliki definisi bersifat fiksi. 'fiksi' mengandung arti rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan. Sedangkan kata 'palsu' didefinisikan tidak tulen; tidak sah; lancung; tiruan; gadungan; curang; tidak jujur; sumbang. Sehingga, secara sederhana dapat disimpulkan bahwa SPM fiktif/palsu adalah SPM yang tiruan, gadungan, atau rekaan.

Pertama, SPM dibuat dengan sebuah aplikasi (Aplikasi SPM) yang dibagikan dan terdapat di masing-masing Satker. Saat instalasi aplikasi SPM, akan dimasukkan pula Pagu Anggaran Satker. Aplikasi SPM mengalami perubahan setiap tahun. Ketika perekaman, SPM yang berhasil terekam hanya yang Pagu kegiatannya tersedia.

Kedua, SPM dikirim dalam bentuk hardcopy (cetakan SPM dan kelengkapannya) dan softcopy (ADK). Petugas FO akan memeriksa kelengkapan dan keaslian cetakan SPM beserta kelengkapannya, sedangkan ADK akan memastikan bahwa pagu kegiatan memang benar tersedia dan SPM dibuat dengan Aplikasi SPM yang telah dibagikan. Sistem akan otomatis menolak SPM yang salah pembebanan Pagu, apalagi yang tidak tersedia Pagunya. Juga akan menolak SPM yang dibuat dengan aplikasi tahun lalu, apalagi jika dibuat tidak dengan aplikasi yang sesuai.

dari dua point tersebut dapat disimpulkan bahwa SPM yang masuk ke KPPN adalah SPM yang Pagu kegiatannya telah dianggarkan dan SPM yang dibuat dengan aplikasi yang benar.

Ketiga, SPM hanya bisa dikirim oleh Pegawai Satker yang memiliki KIPS (Kartu Identitas Petugas Satker). Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) juga hanya bisa diambil oleh pegawai yang memiliki KIPS.

Keempat, setiap bulan akan dilakukan rekonsiliasi data antara catatan satker dengan catatan KPPN. Rekonsiliasi ini akan menunjukkan perbedaan antara pencatatan Satker dan KPPN. Jadi, jika ketika rekonsiliasi tidak ada perbedaan maka bisa dipastikan bahwa semua SP2D yang dikeluarkan oleh KPPN untuk satker telah masuk dalam catatan satker tersebut.

dari point tiga dan empat dapat disimpulkan bahwa setiap pengiriman SPM dan pencairan SP2D pasti diketahui oleh satker.

Dalam kasus yang menimpa dua rekan di KPPN II ini, disebutkan bahwa perusahaan fiktif (PT. Cipta Surya Cemerlang) membuat SPM Palsu yang SEOLAH-OLAH dikeluarkan oleh Kementrian Pekerjaan Umum (PU) agar KPPN membayar Rp 8,9 Miliar untuk proyek pengerjaan jembatan fiktif. Berdasarkan empat kondisi yang diuraikan diatas, dapat dikatakan bahwa SPM dalam kasus ini BUKANLAH SPM PALSU karena:
  • SPM dibuat dengan aplikasi SPM yang sesuai
  • SPM dibuat atas kegiatan yang telah dianggarkan (pagu tersedia)
  • dan dapat dipastikan bahwa satker mengetahui adanya penerbitan SPM tersebut dan telah menerima SP2D atas SPm dimaksud. Jika Satker tidak mengetahui adanya penerbitan SPM itu, maka akan terdeteksi saat rekonsiliasi bulan itu bukan setelah dua tahun lebih.

Jika bukan SPM palsu/ fiktif, lantas apakah itu???
"SPM dengan KEGIATAN FIKTIF"
Yang fiktif bukan SPM melainkan kegiatan yang hendak dibiayai dengan SPM tersebut.
Yang palsu bukan SPM melainkan bukti-bukti yang menjadi kelengkapan SPM tesebut.

Siapakah yang bertanggung jawab atas Kegiatan Fiktif dan Bukti Palsu??

Dalam UU No.1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan telah jelas disebutkan bahwa Pengguna Anggaran/ Kuasa Pengguna Anggaran berwenang menguji kebenaran material dan meneliti kebenaran dokumen. Disebutkan juga, Pejabat yang menandatangani dan/atau mengesahkan dokumen yang berkaitan dengan surat bukti yang menjadi dasar pengeluaran atas beban APBN/APBD bertanggung jawab atas kebenaran material dan akibat yang timbul dari penggunaan surat bukti dimaksud.

Dengan demikian, sesuaikah ketika yang ditahan adalah ES (saat itu bertugas sebagai FO yg memeriksa SPM tersebut) dan AIS (yang menandatangani SP2D atas SPm tersebut)????

demikian, semoga mencerahkan



*penulis hanyalah mitra KPPN Jakarta II, bukan pribadi yang tahu banyak tentang proses perbendaharaan, so CMIIW :)